·
Menambah teman dan mendapat jodoh
Saat ini teknologi
makin canggih, berbagai jejaring social dapat menghubungkan semua orang di
belahan bumi manapun. Kalau menguasai
bahasa Mandarin kesempatan berteman dengan orang asing akan lebih besar. Dan
dari pertemanan itu lambat laun bisa timbul perasaan dan bisa saja berlanjut
sampai ke jenjang pernikahan. Semuanya itu berkat bahasa Mandarin.
· Berteman dan beradaptasi dengan suasana dan penduduk Cina
Apabila kita
menentukan pilihan untuk berkuliah di Cina tentunya kita akan asing karena
suasana akan berbeda sekali dengan Indonesia. Mungkin di kampus kita akan
mendapat mata kuliah dengan pengantar bahasa Inggris namun bagaimana dengan
kehidupan sehari-hari? Dengan pergaulan kita? Dengan belajar bahasa Mandarin
pindah ke Cina hanya akan seperti pindah rumah. Karena kita sudah tidak terlalu
asing dengan bahasa Mandarin tersebut.
·
Dengan belajar bahasa Mandarin kita dapat berkomunikasi
dengan lebih banyak orang di seluruh dunia
Bahasa Mandarin
juga digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia sehingga
mempelajari bahasa ini akan memungkinkan kita berkomunikasi lancar dengan
seperlima populasi dunia.
· Bermanfaat
meningkatkan IQ
Belajar bahasa
mandarin, ternyata bermanfaat bagi pengembangan otak besar, hal ini sudah sejak
lama terus-menerus dibuktikan oleh sejumlah penelitian ilmiah.
“Bulan
Mei 1982, pakar psychology Dr. Cha De Lin (red.: Terjemahan harfiah dari bhs
mandarin, tidak akurat) di majalah iptek <NATURE> yang tersohor di
seluruh dunia, mempublikasikan sebuah artikel yang menggegerkan dunia. Cha De
Lin melakukan penelitian terhadap IQ anak-anak dari lima negara yakni: Inggris,
Amerika, Perancis, Jerman-barat dan Jepang, menemukan bahwa IQ keempat negara
Amerika dan Eropa nilai rata-ratanya 100, sedangkan IQ rata-rata anak-anak
Jepang ialah 111, sebabnya ialah anak-anak Jepang telah mempelajari huruf Kanji
(aksara mandarin).”
· Belajar
Mandarin akan memperlancar komunikasi dalam bekerja
· Belajar
Mandarin sebagai investasi awal berbisnis di Cina
· Dengan
belajar Bahasa Mandarin akan menimbulkan kepercayaan dari pejabat dan pengusaha
lokal Cina
“Kunci
utama dalam dunia usaha adalah kepercayaan dan kepercayaan itu akan tumbuh
dengan lebih mudah dan cepat jika syarat kesamaan bahasa sudah dipenuhi. Tim
Clissold, salah seorang pendiri kelompok pemodal swasta yang menanamkan
investasi di China, dalam novel akademisnya yang berjudul Mr.China, menuturkan pentingnya
penguasaan bahasa Mandarin bagi siapapun yang berminat berinvestasi di China
sebagai modal dasar tumbuhnya kepercayaan dari pejabat dan pengusaha lokal
(China).”
·
Belajar bahasa Mandarin akan menimbulkan ‘respect’ dari
penduduk Negri Cina dalam hal investasi/bisnis
“Lissold
mencatat bahwa bahasa mandarin bagi orang China di seluruh penjuru dunia adalah
pusat dari perasaan “kechinaan” sementara huruf-huruf China adalah pusat bahasa
itu. Dengan demikian, China akan lebih respek dan menaruh kepercayaannya dengan
seorang investor asing yang mampu menjalin komunikasi dengan bahasa Mandarin
yang baik yang kemudian akan berlanjut dengan pembicaraan-pembicaraan yang
lebih hangat sehingga jelas bahwa bahasa mandarin menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari China.”
·
Belajar bahasa Mandarin sama saja kita mempelajari bahasa
pengantar di dunia
Bahasa Mandarin
sebagai bahasa mayoritas di China (putonghua yang merupakan dialek asal
Beijing) di samping bahasa-bahasa daerah lainnya secara tidak langsung
mengalami ‘kenaikan pamor’ sebagai bahasa pengantar internasional utama di
samping bahasa Inggris.
·
Dengan belajar bahasa Mandarin maka seseorang akan memiliki
cap berintelektual tinggi
Dewasa ini bahasa
Mandarin sangat populer dan gencar dipelajari oleh orang-orang di berbagai
belahan dunia. Mempelajari Mandarin sangat berbeda dengan belajar bahasa
Inggris karena bahasa Mandarin memiliki aksara-aksara tersendiri dan
masing-masing aksara memiliki makna tunggal. Kalau dalam bahasa Inggris kita
hanya perlu memadupadankan huruf-huruf kapital untuk membentuk suatu kata dalam
bahasa Mandarin kita harus menghafal/merekam setiap goresan atau bentuk dari
setiap kata. Jadi dengan kita mempelajari atau menguasai bahasa Mandarin kita
telah mengetahui beratus-ratus atau beribu-ribu aksara atau hanzi, yang dalam hal ini memerlukan
intelektual dan konsentrasi yang tinggi.
·
Kemampuan bahasa Mandarin dijadikan
sebagai suatu persiapan demi meningkatkan kompetensi saat memasuki dunia kerja
Dalam dunia
kerja kita pasti mengiginkan peningkatan, bisa dalam hal gaji atau jabatan.
Namun dalam hal peningkatan selain bekerja dengan baik kita juga dituntut
berkompetisi dalam hal ‘skill’. Belajar bahasa Mandarin merupakan suatu nilai
tambah dalam dunia kerja karena seseoarang dengan kemampuan ber-bahasa Mandarin
akan lebih berguna atau bisa dikatakan multifungsi sehingga ia akan lebih
dominan ketimbang pegawai-pegawai lain dan kesempatan naik gaji atau jabatan
pun akan lebih terbuka.
· Belajar bahasa Mandarin bermanfaat bagi hubungan politik
“Tengok saja Perdana Menteri Australia yang baru, Kevin Rudd
yang fasih berbahasa Mandarin. Dengan kemampuan linguistiknya ini, Kevin Rudd
diharapkan dapat mempererat hubungan Australia dengan China. Dengan kata lain,
bahasa Mandarin tidak saja penting bagi keperluan bisnis namun juga sangat
penting bagi keperluan politik internasional.”
· Belajar bahasa Mandarin dapat menambah semangat positif di
dalam diri
“Sebuah artikel dari Gong Pengcheng, rektor universitas Fo Guang –
Taiwan, di dalam artikel itu dikisahkan tentang penelitian dari Wilhelm
Freiherr Von Humboldt, seorang pakar bahasa Jerman, terdapat penjelasan yang
lebih mendalam.
Humboldt beranggapan, tulisan bangsa Eropa, cukup disampaikan melalui
mekanisme bahasa, tidak menghabiskan “semangat” apapun. Akan tetapi aksara
mandarin tidak demikian, setiap bentuk tulisan, makna tulisan beserta
penggabungannya dengan suara, membutuhkan memeras otak, dengan “Spirit langsung
berhadapan dengan gagasan”, dengan langsung menggunakan pemikiran untuk
membentuknya.”
Maka dari itu, seluruh proses pembentukan aksara, praktis sama dengan
sebuah aktivitas perenungan yang besar, spirit tercurahkan diantaranya.
Maka dari itu Humboldt menyebut aksara mandarin sebagai “Aksara yang
berpikir”, ia mengatakan: ‘Di dalam beraneka bentuk aksara mandarin, sudah
termasuk philosophische Arbeit/Efek filsafat di dalamnya.’ “
·
Dengan
belajar bahasa Mandarin kita jadi ‘Tidak Ketinggalan Jaman’
Seperti yang telah kita ketahui bahwa Negara Cina adalah Negara dengan
penduduk terbesar di dunia, selain itu banyak juga negara-negara yang
menggunakan bahasa Mandarin sebagai pengantar seperti Hongkong, Taiwan dll.
Jika diakumulasikan maka banyak sekali orang yang menguasai bahasa Mandarin,
ditambah lagi dengan orang-orang yang berlomba-lomba menguasai bahasa Mandarin
walaupun bukan warga negara Cina, Hongkong, Taiwan. Jumlah orang-orang yang
bisa berbahasa Mandarin akan bertambah tiap tahunnya. Jadi apa mau dibilang
ketinggalan jaman Cuma karena ga bisa bahasa Mandarin?
· Dengan menguasai bahasa Mandarin
akan membuka pintu penghasilan
Dari tulisan diatas sudah jelas apa maksud dari poin yang satu ini.
Kalau kita menguasai bahasa Mandarin kita membuka perusahan ekpor inpor dan juga bisa menjadi
seorang penerjemah.
· Kesempatan diterima apabila kita
melamar kerja di perusahaan bertaraf internasional lebih besar
Kemampuan
untuk berbicara lancar bahasa Mandarin di samping bahasa asli Anda dapat
bermanfaat jika Anda sedang mencari peluang kerja dengan perusahaan internasional.
Kemampuan untuk berbicara bahasa yang digunakan oleh kebanyakan orang bisnis
dapat menempatkan Anda selangkah lebih maju dari kompetisi.
Sebenarnya bukan hanya perusahaan
bertaraf internasional perusahaan biasa pun akan lebih senang menerima karyawan
yang mempunyai kemampuan lebih.
· Kesempatan bekerja di luar negri
Saat kita
bekerja di perusahaan bertaraf internasional, bisa saja sewaktu-waktu kita
ditransfer ke luar negeri karena pimpinan menganggap kita mampu dan cakap dalam
mengurus pekerjaan serta faktor pertimbangan lain adalah kita mampu
berkomunikasi dan bisa menggunakan banyak bahasa pengantar seperti bahasa
Inggris atau Mandarin.
· Belajar bahasa mandarin bermanfaat melatih
sel-sel syaraf
· Penguasaan bahasa Mandarin akan menunjang
perjalanan wisata
Kalau
dapat kesempatan berwisata ke Cina. Perjalanan akan lebih menyenangkan dan
mudah kalau kita dapat berbicara bahasa penduduk sana. Misalnya kita mau
membeli oleh-oleh maka tidak perlu memanggil sang tour guide karena kita sudah
dapat mengutarakan maksud kita sendiri. Atau misalkan kita tersesat di Cina
maka tidak perlu panik, kita bisa bertanya jalan pulang pada orang lewat. Dan
yang tidak kalah penting kalau sedang jalan-jalan tiba-tiba kebelet, kita bisa
menanyakan di mana WC terdekat. ‘kan
tinggal pakai bahasa Inggris,” memang benar kalau berwisata kita tinggal
menggunakan bahasa Inggris yang lebih umum, tetapi seperti peribahasa ‘dimana
bumi dipijak disitu langit dijunjung’ maka kalau ke Cina gunakanlah bahasa Cina.
·
Kuliah di Universitas di Cina dapat menjadi
pilihan
Bahasa
Mandarin membuka pintu ke perkuliahan di universitas Cina. Meskipun kuliah
internasional di universitas Cina memungkinkan Anda studi di Cina tanpa
pengetahuan bahasa Mandarin, penguasaan bahasa Mandarin tentu saja
menguntungkan jika Anda ingin studi di sana. Jika kuliah internasional tidak
tersedia, Anda harus membuktikan bahwa Anda memiliki kemampuan bahasa Mandarin
yang memadai sebelum memulai kuliah. Oleh karena itu, penguasaan bahasa memberikan
pilihan kuliah lebih luas.
· Kesempatan mendapat beasiswa lebih besar
Apabila kita
mengajukan beasiswa untuk kuliah di Cina dan di dalam kualifikasi kita tuliskan
kita dapat berbahasa Mandarin maka si pihak pemberi beasiswa akan lebih
‘melirik’ kita. Maksudnya kedudukan kita untuk mendapat beasiswa tersebut lebih
kuat dari yang lain. Tentunya bukan hanya hal tersebut yang akan dilihat
apabila mengajukan beasiswa. Hasil tes dan wawancara juga jadi pertimbangan.
Tapi di benak si pemberi beasiswa, pengaju yang bisa berbahasa Mandarin akan
‘survive’ di sana. Maksudnya kalau tidak asing dengan bahasa disana kita tentu
akan lebih kerasan dan semangat belajar juga lebih terpacu dan akan
menghasilkan prestasi yang baik. Kalau belum bisa berbahasa Mandarin, penerima
beasiswa akan kesulitan berkomunikasi dan juga tidak akan kerasan dengan
kehidupan barunya. Bisa saja karena sangking tidak tahannya dia akan melepas
beasiswa tersebut, sia-sialah dana yang telah dikeluarkan selama dia disana.
· Mengikuti lomba-lomba
Dengan
penguasaan bahasa Mandarin kita dapat mengikuti lomba-lomba berbahasa Mandarin
baik pidato, baca puisi dll yang diselenggarakan. Biasanya lomba-lomba seperti
itu, untuk pemenang akan disediakan sejumlah hadiah. Setidaknya kalau tidak
dapat hadiah kita akan menerima sertifikat .
Kita juga akan memiliki nama baik kalau menjadi juara, kalau kita adalah
perwakilan sekolah kita juga menaikkan nama baik sekolah.
· Tidak perlu takut tidak mendapat kerja
Zaman
sekarang perusahaan mencari orang yang multitalent, penguasaan bahasa Mandarin
adalah salah satu talent tersebut. Kalaupun kita tidak diterima di suatu
perusahaan tidak usah khawatir kita bisa saja memilih jadi seorang translater
atau pramugari atau bisa saja jadi TKW ke Cina. Tetapi kembali lagi pada
keninginan masing-masing orang, kalau ia tidak mau mencari kerja walau
menguasai seluruh bahasa di duniapun tetap tidak akan mendapat kerja.
·
Motivasi anak
Sebelum kita
bangga dengan anak kita, buatlah anak bangga dulu dengan orang tuanya. Kalau
kita bilang pada anak: ‘Wah ayah bangga dengan kamu karena kamu pinter Bahasa
Mandarin’. Akan lebih bagus kalau komentar anak kita begini: ‘Kan bapak (atau
ibu) jagonya!’ Seringkali orang tua menjadi figur yang dikagumi anak, dengan
demikain apabila kita bisa, selain bisa membantu belajar anak akan dapat
menjadi motivasi besar bagi mereka.
· Mempelajari keragaman budaya Cina
Kita
menemukan keragaman dalam budaya dan orang-orang membuat dunia kecil yang
disebut laut besar orang; orang-orang menyombongkan budaya mereka sendiri,
tradisi dan bahasa. Mereka cara untuk mengekspresikan ide-ide yang berbeda dan
begitu juga dialek mereka. Manfaat belajar bahasa kedua (dalam hal ini bahasa
Mandarin) datang dalam gambar ketika datang untuk memahami dan mengalami
keragaman ini. Belajar bahasa kedua adalah akuisisi bahasa lain selain bahasa
asli seseorang. Ini adalah belajar untuk mengekspresikan diri dalam kata-kata
dari komunitas-komunitas lain. Hal ini seperti mengekspresikan satu ide-ide
dalam cara yang lain.
· Belajar menggambar
Kata orang
tulisan Mandarin adalah tulisan yang dihasilkan dari proses menggambar tentang
hal yang ingin diungkapkan. Misalnya :
Ø Huruf pintu
dalam pinyin tertulis : 门【mén】 bentuknya sangat mirip pintu seperti aslinya
Ø Huruf ini 川【chuān】adalah huruf sungai. Bila dicermati ketiga
garis tersebut terlihat seperti aliran sungai
Ø Huruf ini adalah huruf gunung 山【shān】garis yang tertinggi di tengah adalah
representasi dari gunung yang lancip di tengah.
Jadi bisa
dibilang belajar tulisan Mandarin sama saja kita belajar menggambar atau
menebak-nebak gambar.
· Belajar bahasa Mandarin akan mempermudah mempelajari huruf
kanji (漢字)
Huruf Kanji adalah
huruf Jepang yang diimpor dari aksara Cina. Dinamai “Kanji” karena menyesuaikan
dengan istilah Mandarin Hanzi. Hanzi adalah nama aksara tradisional Cina. Seiring
berlalunya waktu, aksara ini diserap penggunaannya oleh Bahasa Jepang. Dalam
pembelajaran huruf kanji terdapat tiga cara pembacaan salah satunya adalah On
(On-yomi). On (On-yomi) adalah pengucapan Kanji yang menyesuaikan dengan bahasa
Cina. Jadi kalau kita menguasai bahasa Mandarin mudah sekali mengenal huruf
kanji.
· Pelajaran yang berguna seumur
hidup
Di dunia ini semua
orang pasti akan menjadi tua. Dalam proses penuaannya manusia telah belajar
banyak hal. Belajar berjalan, berbicara, menghitung, belajar pelajaran IPS,
IPA, bahasa Inggris, Matematika, Seni Budaya dll. Kebanyakan dari pelajaran
yang dipelajari di sekolah hanya bermanfaat untuk ditransformasikan menjadi
nilai. Setelahnya? Kita akan lupa. Misalnya rumus phytagoras, atau apa itu
piramida biomassa, definisi masyarakat dll. Semuanya akan cepat terlupa begitu
ulangan selesai. Tetapi berbeda apabila belajar bahasa. Belajar bahasa sekali
tidak akan lupa seumur hidup. Walaupun kita lupa rumus phytagoras kita masih
bisa berbicara bahasa Inggris maupun Mandarin atau bahasa lainnya.
·
Belajar bahasa Mandarin berguna bagi kehidupan sehari-hari
Orang Indonesia
biasa menggunakan bahasa Indonesia sehari-harinya jadi apa gunanya bahasa
Mandarin? Banyak! Kalau bisa bahasa Mandarin kita dapat dengan mudah nonton
film bahasa Mandarin tanpa teks, malah cerita dari film tersebut lebih dapat
dipahami ketimbang harus baca teks.
·
Membaca petunjuk
Kalau sakit kita
pasti makan obat. Kadang obat Cina lebih mujarab khasiatnya ketimbang
antibiotic, tapi petunjuk yang ada di obat-obat Cina tulisannya menggunakan
bahasa Cina semua. Jarang ada yang diartikan ke bahasa Inggris apalagi bahasa
Indonesia. Kalau tidak mengetahui petunjuk pemakaian kita jadi bertanya-tanya
apakah obat ini aman untuk dimakan anak-anak, berapa takarannya, dll. Kalau
bisa membaca petunjuk tersebut pasti kita lebih tenang mengonsumsinya dan
niscaya akan lebih cepat sembuh.
·
Belajar bahasa Mandarin mengurangi resiko penyakit pikun
Pikun adalah
penyakit lupa yang sering dialami oleh orangtua. Pikun terjadi akibat otak
terlalu lama didiamkan sehingga kinerjanya menurun. Kita tahu kalau orangtua
pikirannya berbeda dengan anak kelas 3 SMK yang akan menghadapi UAN. Orangtua
memikirkan hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari, anak kelas 3
SMK memeras otak belajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika. Dari
hasil penelitian apabila otak lebih sering digunakan untuk belajar seperti yang
dilakukan anak kelas 3 SMK maka di saat tua nanti kita akan mengalami proses
pikun yang lebih lama. Nah, belajar Mandarin seperti yang kita tahu tidak
semalam langsung bisa tapi harus memeras otak menghafal hanzi-hanzi dan butuh
konsentrasi tingkat tinggi. Dengan begitu otak akan bekerja maksimal dan kita
telah mencegah proses pemikunan.
·
Memperluas pengetahuan
Belajar bahasa
kedua membangun kreativitas pada anak-anak dan mengembangkan keterampilan
keaksaraan. Anak-anak sekolah yang mempelajari bahasa kedua melakukan lebih
baik daripada rekan-rekan bahasa mereka. Budaya dan bahasa ahli percaya manfaat
belajar bahasa kedua. Mereka mengatakan bahwa anak-anak sekolah harus diajarkan
bahasa kedua. Itu memperluas cakrawala mereka.
·
Mendapat nilai yang bagus
Kalau sedari dini
sudah mempelajari bahasa Mandarin maka apabila si anak dimasukkan ke sekolah
yang memiliki mata pelajaran bahasa Mandarin tentu ia akan mendapat nilai-nilai
bagus pada tiap ulangan atau tugas-tugasnya.
·
Belajar bahasa Mandarin sebagai bekal di masa mendatang
Saat ini
perkembangan Cina di sector industry sedang gencar-gencarnya, dapat
diprediksikan beberapa tahun mendatang Cina akan berkembang lebih maju lagi dan
saat hal itu terjadi akan semakin meningkat kebutuhan akan bahasa Cina. Jadi
belajar bahasa Mandarin dari sekarang akan memberikan manfaat nantinya pada
saat Cina berkembang menjadi raksasa perekonomian dunia.
·
Membantu turis asing
Dalam hal ini
wisatawan dari negeri tirai bamboo. Kalau mereka berkunjung ke negara Indonesia
ini kita dapat menunjukkan betapa ramahnya orang Indonesia kepada mereka dengan
cara membantu mereka selama disini. Tapi mau bantu gimana bahasanya aja gak
ngerti? Nah itulah manfaat belajar bahasa Mandarin.
·
Meningkatkan citra Indonesia
Kalau orang-orang
Indonesia mayoritas bisa berbahasa Mandarin maka image Indonesia di mata
internasional bisa meningkat. Kita bukan lagi dicap sebagai negara teroris.
·
Belajar bahasa Mandarin belajar menolong
Seseorang yang bisa
berbahasa Mandarin pasti akan dimintai bantuan berkenaan dengan bahasa
Mandarin, ditanya tugas, arti suatu kata dll. Dengan menjawab
permintaan-permintaan itu berarti kita telah membantu orang yang kesusahan dan
membantu adalah perbuatan mulia walaupun sederhana.
·
Membuat orangtua bangga
Belajar bahasa
Mandarin akan menambah kemampuan berbahasa. Apabila orang-orang telah tahu
bahwa si anak bisa berbahasa Mandarin, anak itu akan dipuji. Dipuji akan
membuat orangtuanya bangga karena beranggapan anaknya telah jadi orang pandai.
·
Belajar bahasa Mandarin dapat memuaskan diri
Belajar bahasa
mandarin itu sulit, apabila kita telah mampu menguasainya walaupun hanya satu
kalimat kita akan merasa senang dan puas sekali karena pembelajaran kita
ternyata berbuah hasil. Tetapi janganlah cepat puas hanya dengan memahami
sebuah kalimat, puaslah jika kita telah menguasai dua kalimat, setelah itu
jangan berpuas diri lagi, puaslah jika telah memahami tiga kalimat dan
seterusnya.
·
Dengan belajar bahasa Mandarin kita menjadi manusia yang
lebih baik dari sebelumnya
Mandarin
sebagai dasar
Seperti
Indonesia Cina memiliki banyak bahasa daerah dan dialek-dialek kedaerahan,
dalam mempelajarinya akan sangat membantu bila kita mempelajari bahasa Mandarin
pada umumnya terlebih dahulu.
·
Mempelajari naskah-naskah kuno
Cina
adalah bangsa dengan sejarah yang amat panjang dan terkenal kemahsyurannya
sejak dulu. Banyak cerita dan peninggalan-peninggalan sejarah yang dimilikinya.
Arkeolog dari seluruh dunia tertarik akan sejarah Cina yang begitu indah dan
penuh misteri. Sejarah-sejarah itu tertuang dalam naskah-naskah kuno dan
perkamen-perkamen yang menunggu untuk diungkap. Dengan belajar bahasa Mandarin
para Arkeolog akan mengungkap rahasia kebesaran Cina di masa lampau yang
mungkin akan bermanfaat di masa depan.
·
Belajar dan memahami bahasa Mandarin akan dapat diwariskan
ke anak-cucu
Keturunan
Tionghoa di Indonesia masih banyak yang menggunakan bahasa kedaerahan
masing-masing dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti bahasa Hokkian.
Seorang anak yang lahir dan tumbuh di dalam lingkungan yang komunikasinya
menggunakan bahasa Hokkian itu, saat ia tumbuh dan belajar bahasa Indonesia ia
juga akan belajar bahasa Hokkian. Jadi secara tidk langsung apa yang kita
pelajari akan bermanfaat bagi anak kita.
·
Dengan mempelajari bahasa Mandarin kita jadi bagian dari
dunia, kita bisa berkembang lebih jauh lagi, tidak hanya hidup di lingkup yang
sama
·
Dengan belajar bahasa Mandarin kita akan ketagihan
mempelajari lebih banyak bahasa lain
Pelajaran
yang berguna seumur hidup
Di dunia ini semua
orang pasti akan menjadi tua. Dalam proses penuaannya manusia telah belajar
banyak hal. Belajar berjalan, berbicara, menghitung, belajar pelajaran IPS,
IPA, bahasa Inggris, Matematika, Seni Budaya dll. Kebanyakan dari pelajaran
yang dipelajari di sekolah hanya bermanfaat untuk ditransformasikan menjadi
nilai. Setelahnya? Kita akan lupa. Misalnya rumus phytagoras, atau apa itu
piramida biomassa, definisi masyarakat dll. Semuanya akan cepat terlupa begitu
ulangan selesai. Tetapi berbeda apabila belajar bahasa. Belajar bahasa sekali
tidak akan lupa seumur hidup. Walaupun kita lupa rumus phytagoras kita masih
bisa berbicara bahasa Inggris maupun Mandarin atau bahasa lainnya.
·
Belajar bahasa Mandarin berguna bagi kehidupan sehari-hari
Orang Indonesia
biasa menggunakan bahasa Indonesia sehari-harinya jadi apa gunanya bahasa
Mandarin? Banyak! Kalau bisa bahasa Mandarin kita dapat dengan mudah nonton
film bahasa Mandarin tanpa teks, malah cerita dari film tersebut lebih dapat
dipahami ketimbang harus baca teks.
·
Pentingnya Bahasa Mandarin di Era Pasar Global
Pesatnya
perekonomian Cina ditambah dengan besarnya jumlah penduduk yang mencapai lebih
dari 1,3 miliar jiwa membuat berbagai industri raksaksa dunia berlomba-lomba
membenamkan investasinya di sana. Oleh karena itu, prasyarat penting yang harus
dipenuhi oleh seorang investor guna membangun kepercayaan publik lokal adalah
kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin.
Alhasil, Bahasa
Mandarin kini menjadi bahasa Internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Bahasa
Mandarin digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia dan
penguasaan terhadap Bahasa Mandarin sering diidentikan dengan makin cerahnya
prospek karir seseorang terutama bagi mereka yang hendak terjun dalam dunia
bisnis
Pentingnya
Belajar Bahasa Mandarin
Mengulas
mengenai semakin pentingnya bahasa Mandarin, suka tidak suka sangat terkait
dengan kebangkitan China yang sangat drastis mulai tahun 1990an. Tak
bosan-bosannya kita mendengar tentang kebangkitan China yang dari tahun ke
tahun selalu menunjukkan peningkatan terutama dalam hal pertumbuhan ekonominya
yang rata-rata mencapai nilai di atas 9% per tahun. Pada tahun 2007 saja China
tercatat mengalami peningkatan surplus perdagangan sebesar 48% hingga mencapai
232,2 milyar dollar.
Belum
lagi kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya yang juga mengalami
peningkatan yang cukup signifikan seiring dengan laju pertumbuhan ekonominya
yang sangat tinggi. Negara dengan jumlah penduduk 1.321.851.888 (est. July
2007) ini praktis menjadi magnet bagi para investor asing yang ingin mencoba
mengembangkan bisnisnya di Asia.
Ini
terbukti dengan meningkatnya jumlah investasi asing langsung (foreign direct
investment) pada kuarter pertama tahun 2007 yang mengalami kenaikan 4,4%
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2006 yaitu dari 14.2 milyar
dollar pada kuarter pertama tahun 2006 menjadi 15,9 milyar dollar pada kuarter
pertama tahun 2007. Dari jumlah tersebut, AS tercatat sebagai sumber FDI kelima
terbesar bagi China setelah Hongkong, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.
Bahasa
Mandarin sebagai bahasa mayoritas di China (putonghua yang merupakan
dialek asal Beijing) di samping bahasa-bahasa daerah lainnya secara tidak
langsung mengalami ‘kenaikan pamor’ sebagai bahasa pengantar internasional
utama di samping bahasa Inggris. Untuk dapat berinvestasi di China, penguasaan
bahasa Mandarin menjadi amat penting karena kelancaran bisnis berawal dari
kelancaran berkomunikasi.
Kunci
utama dalam dunia usaha adalah kepercayaan dan kepercayaan itu akan tumbuh
dengan lebih mudah dan cepat jika syarat kesamaan bahasa sudah dipenuhi. Tim
Clissold, salah seorang pendiri kelompok pemodal swasta yang menanamkan
investasi di China, dalam novel akademisnya yang berjudul Mr.China,
menuturkan pentingnya penguasaan bahasa Mandarin bagi siapapun yang berminat
berinvestasi di China sebagai modal dasar tumbuhnya kepercayaan dari pejabat
dan pengusaha lokal (China).
Mengapa
demikian?
Clissold
mencatat bahwa bahasa mandarin bagi orang China di seluruh penjuru dunia adalah
pusat dari perasaan “kechinaan” sementara huruf-huruf China adalah pusat bahasa
itu. Dengan demikian, China akan lebih respek dan menaruh kepercayaannya dengan
seorang investor asing yang mampu menjalin komunikasi dengan bahasa Mandarin
yang baik yang kemudian akan berlanjut dengan pembicaraan-pembicaraan yang
lebih hangat sehingga jelas bahwa bahasa mandarin menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari China.
Bahasa
Mandarin juga digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia
sehingga mempelajari bahasa ini akan memungkinkan kita berkomunikasi lancar
dengan seperlima populasi dunia. Sekitar 30 juta orang asing (non China) kini
tercatat tengah mempelajari bahasa Mandarin dan pemerintah China sendiri
memperkirakan angka ini akan meningkat menjadi 100 juta orang pada tahun 2010.
Dengan
demikian, terlepas dari persoalan bisnis, bahasa Mandarin sangat penting untuk
dipelajari bagi siapapun seperti halnya mempelajari bahasa Inggris. Simak saja
cerita-cerita singkat di bawah ini.
Stella,
lulusan jurusan marketing Royal Melbourne Institute of Technology,
Australia tentu saja sudah mahir berbahasa Inggris beraksen negara kanguru.
Menyadari bahwa China sudah menjadi negara yang kuat dalam bisnis di belahan
negara mana pun, Stella memutuskan belajar bahasa Mandarin.
“Tadinya
saya ingin kursus di Indonesia saja, negara saya sendiri. Namun saya khawatir,
saya tidak terpacu. Jika saya belajar di negara yang memang menggunakan bahasa
tersebut, mau tidak mau saya harus menggunakannya,” kata Stella yang memutuskan
belajar di Beijing. Pulang ke Indonesia dengan bekal ilmu marketing,
bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin, Stella bekerja di sebuah perusahaan
asuransi sebagai personal financial advicer. Bahasa Mandarinnya
benar-benar dibutuhkan dalam berhubungan dengan kliennya.
Tak
lama Stella bekerja di perusahaan itu, ia memutuskan masuk bisnis keluarganya.
Di Bandung ia membidani restoran China berlabel halal. Lagi-lagi bahasa asing
keduanya menolongnya. Pelanggannya banyak dari bangsa Tionghoa. Ia tak
kesulitan berkomunikasi jika pelanggannya ingin mengakrabkan diri dengannya.
Selain
Stella, ada juga Winda yang bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan
tekstil. Hubungan dagang ke luar negeri selama ini memang lancar dengan
menggunakan bahasa Inggris. Namun ketika kontrak dagang dilakukan dengan Cina,
Winda “naik daun”.
Winda
pernah mengambil kursus bahasa Mandarin sebelum masuk perusahaan tekstil ini.
Dokumen-dokumen berbahasa Mandarin menjadi “santapan”-nya. Nilainya bertambah
di mata sang bos. Ujung-ujungnya ia mendapat insentif dan kenaikan gaji
permanen sebagai reward atas prestasinya.
Pentingnya
mempelajari bahasa Mandarin juga disadari oleh orang-orang non Asia seperti
orang AS dan Eropa. Pada tahun 2005, presiden Bush bahkan memberikan dana
sebesar 114 juta dollar pada sekolah-sekolah untuk mendorong peningkatan studi
bahasa Mandarin, Arab, Rusia, dan bahasa asing lainnya agar bahasa-bahasa
tersebut dapat dipelajari sedini mungkin oleh para pelajar AS. Sepuluh orang
guru bahasa Mandarin direkrut pada urutan pertama.
Di
AS sendiri, memang nampak peningkatan minat pada bahasa Mandarin. “Orang-orang
pada akhirnya mulai memberikan perhatiannya pada bahasa Mandarin sebagai
prospek utama dari budaya dan ekonomi” kata Michael H. Lebine, direktur
eksekutif Pendidikan untuk Masyarakat Asia. Sekalipun demikian, pemerintah
China tetap gencar mempromosikan bahasa Mandarin.
Hanban
atau Kantor Nasional untuk Pengajaran Bahasa Mandarin sebagai Bahasa Asing yang
didanai oleh pemerintah China, kini bekerja sama dengan National Association
of Independent Schools, perwakilan dari sekolah-sekolah swasta AS untuk
mengirimkan sembilan anggota delegasinya ke China.
Di
Inggris, lebih dari 400 sekolah menengah mempelajari bahasa Mandarin sebagai
buah kesuksesan dari sebuah badan di Inggris yang bernama Specialist Schools
and Academies Trust dalam melobi bahasa Mandarin agar masuk dalam kurikulum
nasional.
Berdasarkan
data dari Forum Internasional Bahasa Mandarin di Shanghai disebutkan bahwa kini
ada lebih dari 2.027 universitas dari 85 negara di seluruh dunia yang
menawarkan kursus bahasa Mandarin. Peningkatan penawaran ini terutama dipicu
oleh keberhasilan China dalam mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade dan
keberhasilan dalam masuknya Cina menjadi anggota WTO.
Data
statistik dari forum yang sama juga menyebutkan bahwa ada sekitar 25 juta orang
yang berminat mempelajari Bahasa Mandarin dan 60.000 orang di antaranya datang
ke China khusus untuk mempelajari Bahasa Mandarin secara lebih baik.
Yan
Meihua, ketua kelompok studi Bahasa Mandarin bagi para penstudi Bahasa Mandarin
dari seluruh dunia yang juga memimpin forum ini mengatakan bahwa kelompoknya
akan menggunakan beraneka ragam cara untuk meningkatkan standar dari pelajaran
Bahasa Mandarin di beberapa negara anggota.
Dalam
beberapa tahun mendatang, kelompok ini akan menerbitkan buku-buku berbahasa
Mandarin yang dipadukan dengan bahasa lainnya seperti Inggris, Prancis, Jerman,
Rusia dan Korea. Mereka bahkan berencana untuk membangun pusat pelatihan Bahasa
Mandarin di berbagai negara yang menawarkan sumber daya pengajar-pengajar
Bahasa Mandarin.
Yang
sangat menarik adalah fakta bahwa pelajaran Bahasa Mandarin juga semakin
terkenal dan mengalami peningkatan di benua Afrika beberapa tahun ini.
Berdasarkan data dari Kantor Lembaga Bahasa Mandarin Internasional, Cina telah
mengutus delegasi guru-guru Bahasa Mandarin yang bertugas di 11 negara di
Afrika.
Mayoritas
mereka yang telah memiliki pengalaman mengajar Bahasa Mandarin di Afrika
percaya bahwa Bahasa Mandarin akan lebih terjamin setelah diselenggarakannya
‘Beijing Summit’`dan konferensi ke-3 para menteri dalam Forum Kerjasama China-Afrika
(Forum on China- Africa Cooperation/FOCAC).
Hasil-hasil
dari forum tersebut antara lain adalah pembukaan lembaga konfusianisme yang
memiliki program Bahasa Mandarin pertama di Afrika di Kenya’s Egerton
University, Kenya, pembukaan kursus pelatihan Bahasa Mandarin bagi
masyarakat umum di Mauritania, dan pelatihan guru-guru Bahasa Mandarin lokal di
Tunisia. Menteri Pendidikan Mesir bahkan menyatakan bahasa Mandarin sebagai
bahasa asing terpopuler kedua di tingkat SMA di Mesir.
Tidak
hanya bagi AS dan Eropa, bahasa Mandarin juga menjadi perhatian yang semakin
mendalam bagi negara-negara Asia sendiri terutama terkait dengan hubungan China
dengan negara-negara anggota ASEAN yang semakin erat dalam bidang ekonomi,
perdagangan, kebudayaan, pariwisata, dan lain-lain.
Di
negara-negara Asia Tenggara, terdapat sekitar enam ratus ribu orang penstudi
bahasa Mandarin dengan 102 universitas dan 2.500 sekolah dasar dan sekolah
menengah yang telah menawarkan jurusan bahasa Mandarin dan kelas bahasa
Mandarin.
Di
Indonesia sendiri, perlahan tapi pasti jumlah peminat untuk mempelajari
Mandarin pun meningkat. Kini belajar bahasa Mandarin menjadi tren baru di
kota-kota besar di Indonesia selepas tumbangnya Orde Baru. Penguasaan bahasa
Mandarin bukan sekadar euforia orang Tionghoa, tetapi menjadi salah satu sarana
memperkaya kemampuan intelektual terutama menyikapi perkembangan pesat ekonomi
Tiongkok dan globalisasi.
Kini
terdapat sekitar 3.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di China
di mana 90% di antaranya mempelajari bahasa Mandarin. Dari
segi kuantitas, Indonesia berada di urutan kelima negara yang memiliki siswa
terbanyak di China. Empat negara di atasnya adalah Korea Selatan, Jepang,
Vietnam, dan AS.
Era
globalisasi telah membuat masyarakat semakin sadar pentingnya mempelajari
bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin. Kemampuan bahasa asing dijadikan
sebagai suatu persiapan demi meningkatkan kompetensi saat memasuki dunia kerja.
Kesadaran itu membuat banyak orang Indonesia tertarik
kuliah di China. Apalagi, bahasa Mandarin sekarang telah menjadi bahasa
internasional kedua setelah Bahasa Inggris.
Kesadaran akan pentingnya bahasa Mandarin ini pulalah yang
mendorong beberapa institusi pendidikan mulai memasukkan bahasa ini dalam
kurikulumnya. ”Pada era global sekarang ini, bahasa Mandarin sudah menjadi
bahasa internasional dan sangat penting, karena digunakan hampir semua bidang.
Tak
hanya pendidikan, tetapi terutama ekonomi dan industri,” papar Ketua Dewan
Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Nasional (YPPN) Budya Wacana, dokter
Gideon Hartono. Begitu melihat perkembangan China yang ternyata mampu
memengaruhi ekonomi dunia, dia lantas mengambil langkah memberikan materi
bahasa Mandarin di Sekolah Budya Wacana, mulai dari kelompok bermain, TK, SD, SMP
sampai SMA.
Semua
mendapat pelajaran bahasa Mandarin.
”Bahasa
Mandarin bukan hanya sebagai ekstra, melainkan wajib bagi peserta didik. Setiap
minggu mereka mendapatkan tiga jam pelajaran dan akan terus ditingkatkan
seperti bahasa Inggris menjadi setiap hari,” urai Gideon. ‘
“Kalau
kita tidak ingin ketinggalan dengan negara lain, sudah saatnya bahasa Mandarin
diajarkan sejak dini selain teknologi komunikasi dan informasi,” tandas Ketua
Paguyuban Bhakti Putera, sebuah wadah lulusan sekolah berbahasa Mandarin yang
bersedia memberikan bantuan pada para guru agar lebih mumpuni berbahasa
Mandarin, Jimmy Sutanto.
Manfaat
Belajar Bahasa Mandarin Untuk Anda dan Anak - anak
Belajar bahasa
mandarin atau belajar mandarin
, ternyata bermanfaat bagi pengembangan otak besar?banyak anak-anak di seluruh
dunia setelah belajar belajar
mempelajari bahasa bahasa
Tionghoa, memiliki hasil yang serupa, mengenai hal ini sudah sejak lama terus
menerus dibuktikan oleh sejumlah penelitian ilmiah.
Hasil resmi
penelitian di Singapore pada bulan Januari tahun ini juga membuktikan,
anak-anak belajar bahasa
atau belajar bahasa
mandarin bisa meningkatkan IQ dan kemampuan. IQ anak
Singapore berusia antara 6 hingga 12 tahun yang belajar belajar
bahasa mandarin
atau mandarin bahasa
lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak Inggris, Jerman dan Australia,
kemungkinan hal itu berkaitan dengan pembelajaran mereka akan bahasa belajar
atau belajar bahasa
aksara mandarin yang berkarakter pictogram.
Sesuai
berita <healthy net>, penelitian ini telah meneliti 7.000 lebih anak-anak
berusia antara 6 hingga 12 tahun, dengan menggunakan metode pengangkaan IQ yang
diakui internasional untuk menimbang level IQ anak, akhirnya disimpulkan, anak
Singapore di dalam hal penampilan, lebih unggul dibandingkan dengan anak-anak
Inggris, Jerman, Australia dan negara barat lainnya.
Dr. Zeng
yang mengadakan penelitian ini berpendapat, situasi ini, kemungkinan telah
menunjukkan bahwa bahasa belajar
atau belajar mandarin,
di dalam peningkatan bidang IQ memerankan bobot yang cukup penting. Hasil
penelitian bersamaan itu juga menunjukkan, anak-anak yang dengan aktif
mengikuti kegiatan ekstra kurikuler bahasa bahasa,
IQ mereka juga lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain.
Demi
membuktikan keterkaitan belajar bahasa mandarin mandarin
dengan peningkatan IQ, Dr. Zeng memperbandingkan anak-anak Singapore itu dengan
anak-anak dari Hong Kong dan Korea yang sama-sama juga harus belajar mandarin bahasa,
akhirnya disimpulkan IQ anak-anak dari ketiga tempat tersebut seimbang.
Dr. Zeng menyatakan, ini juga telah membuktikan keunikan pictogram
bahasa mandarin mandarin,
dapat membantu meningkatkan IQ anak kecil dan memperkuat kemampuan mandarin belajar.
Tidak ada
hal yang berjalan sendirian, <harian Figaro> Perancis pada tahun yll
pernah mempublikasikan sebuah artikel tentang “10 ALASAN UTAMA BELAJAR BAHASA
MANDARIN“, menandakan kelebihan mandarin belajar,
melalui peluang artikel ini menganjurkan kepada orang Perancis untuk belajar
berbicara bahasa mandarin.
Diantaranya terdapat
sebuah alasan yakni: “Belajar bahasa mandarin bermanfaat melatih sel-sel
syaraf”, disebutkan oleh artikel tersebut, aksara bahasa mandarin bisa
menyatakan niat-pikirannya, saling berketerkaitan, bagaikan sebuah puzzle.
Belajar memahami makna dari berbagai bagian, terkadang lebih membutuhkan
pergerakan otak dibandingakan dengan bermain Permainan Shu Du dari Jepang, juga
lebih bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar